Rabu, 17 September 2014

Fungsi Alat Kesehatan



» Fungsi Alat Kesehatan » Peralatan Kesehatan dan Fungsinya
Peralatan Kesehatan dan Fungsinya
Jenis dan Fungsi alat-alat kedokteran
Jenis dan Fungsi alat-alat kedokteran - Beberapa hal yang sering kita temua saat berada di sebuah klinik kesehatan (Rumah Sakit) kita sering menemukan atau melihat beberapa alat kedokteran baik yang di bawa dokter, suster atau yang berada diruangan tertentu. Berbagai macam alat kedokteran tersebut tentunya memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda pula. Kali ini saya mau memberikan informasi tentang Jenis dan Fungsi alat-alat kedokteran, tentu tidak ada salahnya kita mengetahui fungsi dan kegunaan alat kedokteran yang sering dipakai atau sering kita jumpai hanya untuk untuk menambah wawasan kita saja, sebelumnya saya sudah posting mengenai Mikroskop dan Fungsinya.

Jenis dan Fungsi alat-alat kedokteran - Begitu beragamnya alat kesehatan yang sering kita jumpai mungkin salah satunya adalah stetoskop, biasanya seorang dokter selalu membawa alat yang satu ini untuk memeriksa pasien yang sedang ia tangani, baiklah saya akan jelaskan beberapa Jenis dan Fungsi Alat-alat Kedokteran.

Berikut ini adalah Jenis dan Fungsi Alat-alat Kedokteran :


1. Stetoskop (stethoscope)
Stetoskop adalah sebuah alat medis akustik untuk memeriksa suara dalam tubuh. Fungsi stetoskop adalah untuk mendengarkan detak jantung, suara usus, pernapasan dan lain sebagainya. Dengan kemampuannya ini, Stetoskopdapat digunakan pula untuk mengetahui kerja paru-paru dan juga untuk mengukur tekanan darah dengan mendengarkan denyut nadi.
Ada dua Jenis Stetoskop yaitu
  1. Stetoskop akustik
yang paling umum digunakan, dan beroperasi dengan menyalurkan suara dari bagian dada, melalui tabung kosong berisi-udara, ke telinga pendengar.
  1. Stetoskop elektronik
mengatasi tingkatan suara yang rendah dengan cara memperkuat suara tubuh.













2. Endoscopy
Endoscopy adalah sebuah alat kedokteran yang berfungsi untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada alat-alat pencernaan bagian atas dan juga tenggorokan

Pemeriksaan / tindakan pengobatan didalam saluran pencernaan yang menggunakan peralatan berupa teropong (Endoscop) memiliki beberapa keunggulannya seperti :
  • Dapat melihat dengan jelas lokasi dan jenis kelainan dalam rongga saluran cerna
  • Tindakan pengobatan dengan resikonya jauh lebih ringan daripada tindakan operasi.
  • Dapat menggantikan fungsi tindakan operasi, lebih nyaman, biaya lebih murah dan efisien.
  • Hasil pemeriksaan dapat langsung dicetak.
3. Colonoscopy
Kolonoskopi (colonoscopy) adalah suatu prosedur yang memungkinkan seorang pemeriksa (biasanya seorang gastroenterolog) untuk mengevaluasi bagian dalam kolon (usus besar).
Kolonoskop adalah tabung panjang yang fleksibel setebal jari yang memiliki kamera dan sumber cahaya di ujungnya. Ujung kolonoskop dimasukkan ke anus dan kemudian dimajukan perlahan, di bawah kontrol visual, ke dalam rektum dan melalui usus biasanya sejauh sekum, yang merupakan bagian pertama dari usus besar.

4. Tensimeter
Tensimeter adalah alat kesehatan yang berfungsi untuk mengukur tekanan darah. Tensimeter biasa digunakan untuk pemeriksaan pasien hipertensi, anemia, dan lain sebagainya.
Ada dua jenis 
Tensimeter yaitu :
  1. Tensimeter air raksa di luar negeri saat ini sudah dilarang untuk digunakan lagi karena bahaya dari air raksanya jika tensimeter tersebut pecah. 
  2. Tensimeter digital sendiri lebih canggih dan praktis dipergunakan, namun harganya memang lebih mahal dibandingkan dengan yang konvensional.
5. Termometer
Alat kedokteran yang satu ini paling sering kita jumpai mungkin tiap rumah sudah pada punya alat yang satu ini dialah termometer.

Termometer adalah alat kedokteran yang sering digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa.





6. CT-Scan
CT - singkatan dari Computed Temography sedangkan Scan adalah foto. CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak.
Tujuan penggunaan CT Scan
Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan tanpa radioisotope. Dengan demikian CT scan hampir dapat digunakan untuk menilai semua organ dalam tubuh, bahkan di luar negeri sudah digunakan sebagai alat skrining menggantikan foto rontgen dan ultrasonografi. Yang penting pada pemeriksaan CT scan adalah pasien yang akan melakukan pemeriksaan bersikap kooperatif artinya tenang dan tidak bergerak saat proses perekaman.
CT scan sebaiknya digunakan untuk :
  • Menilai kondisi pembuluh darah misalnya pada penyakit jantung koroner, emboli paru, aneurisma (pembesaran pembuluh darah) aorta dan berbagai kelainan pembuluh darah lainnya.
  • Menilai tumor atau kanker misalnya metastase (penyebaran kanker), letak kanker, dan jenis kanker.
  • Kasus trauma/cidera misalnya trauma kepala, trauma tulang belakang dan trauma lainnya pada kecelakaan. Biasanya harus dilakukan bila timbul penurunan kesadaran, muntah, pingsan ,atau timbulnya gejala gangguan saraf lainnya.
  • Menilai organ dalam, misalnya pada stroke, gangguan organ pencernaan dll.
  • Membantu proses biopsy jaringan atau proses drainase/pengeluaran cairan yang menumpuk di tubuh. Disini CT scan berperan sebagai “mata” dokter untuk melihat lokasi yang tepat untuk melakukan tindakan.
  • Alat bantu pemeriksaan bila hasil yang dicapai dengan pemeriksaan radiologi lainnya kurang memuaskan atau ada kondisi yang tidak memungkinkan anda melakukan pemeriksaan selain CT scan.

7. X-Ray
X-Ray adalah sebentuk radiasi elektromagnetik, serupa dengan cahaya yang kita lihat, radiasi inframerah, microwave, dan gelombang radio. Tapi, dibanding semua bentuk radiasi tersebut, sinar-X memiliki lebih banyak energi. Sebuah photon sinar-X bisa ratusan atau bahkan ribuan kali lebih berenergi dibanding photo cahaya lampu biasa.
Orang mungkin lebih mengenal alat kedokteran ini dengan sebutanRontgen. Alat ini dipergunakan untuk mengetahui bagian dalam khususnya paru-paru.



8. 
Laparoscopy
Laparoscopy berfungsi untuk pembersihan darah. Selain itu, laparoscopy juga dipergunakan untuk melakukan inseminasi. atau istilah lain Laparoscopy merupakan tindakan pembedahan pada sekitar saluran pencernaan dan daerah perut secara minimal invasif.












9. Alat Cek Darah
Alat cek darah tentunya alat yang dipergunakan untuk mengecek keadaan darah kita dan alat cek darah biasanya memiliki tiga fungsi dalam satu alat. Selain untuk mengecek kadar gula darah, juga dapat digunakan untuk mengecek asam urat dan kolesterol dalam darah. Dipergunakan pada pemeriksaan penyakit kolesterol, asam urat, diabetes, dan lain sebagainy
10. Ultrasonography (USG)
Ultrasonography (USG) adalah pemeriksaan dalam bidang penunjang diagnostik yang memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi yang tinggi dalam menghasilkan imajing, tanpa menggunakan radiasi, tidak menimbulkan rasa sakit (non traumatic), tidak menimbulkan efek samping (non invasif), relatif murah, pemeriksaannya relatif cepat,dan persiapan pasien serta peralatannya relatif mudah. Gelombang suara ultrasound memiliki frekuensi lebih dari 20.000Hz, tapi yang dimamfaatkan dalam teknik ultrasonography (kedokteran) hanya gelombang suara dengan frekuensi 1-10 MHz



11. Elektrokardiogram (EKG)
Elektrokardiogram (EKG) adalah representasi dari suatu sinyal yang dihasilkan oleh aktifitas listrik otot jantung. EKG ini merupakan rekaman informasi kondisi jantung yang diambil dengan memasang electroda pada badan. Rekaman EKG ini digunakan oleh dokter ahli untuk menentukan kodisi jantung dari pasien. Sinyal EKG direkam menggunakan perangkat elektrokardiograf. Tindakan pemeriksaan elektrokardiogram disebut elektrokardiografi.





Sekian dulu informasi yang dapat saya berikan, satu hal bahwa saya bukan ahli dibidang kedokteran tapi saya disini hanya memberikan informasi saja mengenai 
Jenis dan Fungsi Alat-alat Kedokteran dan itu semua hanya sebagian besar saja yang dapat saya sampaikan melalui artikel ini, dan mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan kita, Semoga artikel ini bermanfaat juga berguna.

SIFAT – SIFAT SENYAWA ORGANIK




Definisi Senyawa Organik
Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.
-          Sifat fisika senyawa organik seperti titik leleh, titik didih, kelarutan tergantung pada struktur, gugus fungsi, dan berat molekul. Gugus fungsi suatu molekul organik sangat menentukan sifat reaksinya. Seperti halide (alkil halida), hidroksil (alkohol dan karboksilat), karbonil (aldehida dan keton), amino, dan sulfonil.
Golongan Senyawa Organik
-          Senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya.
-          Hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzena  
-          Senyawa heterosiklik, yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya;  
-          Polimer, molekul rantai panjang gugus berulang.
Contoh Senyawa Organik
-          Senyawa polar, seperti : methanol, etanol, asam asetat, formaldehida, aseton, dan metilamina.
-          Senyawa tidak polar atau kurang polar, seperti : metana, n-heksana, karbon tetraklorida, kloroform, dan difenil eter.
Gugus fungsional senyawa organik
-          Alkil halida
   Alkil halida adalah turunan hidrokarbon dalam mana suatu atau lebih hidrogenya diganti dengan halogen. R-X sering digunakan sebagai notasi umum untuk organik halida, R menandakan suatu gugus alkil dan X untuk suatu halogen. Reaksi alkil halida dikelompokka menjadi dua yaitu reaksi substitusi dan reaksi eliminasi.
-          Alkohol
   Atom oksigen yang bervalensi dua, bisa satu atau kedua valensinya berikatan dengan karbon. Bila oksigen mengikat sato hidrogen dan satu karbon [C-O-H] atau ditulis sebagai R-OH, maka senyawa hidroksilat ini disebut sebagai gugus fungsi hidroksil (-OH), dan dikenal sebagai alkohol.
-          Eter
    Bila kedua valensi atom oksigen mengikat atom karbon, senyawa demikian termasuk golongan oksida organik, yang dikenal sebagai eter dengan rumus umum R-O-R. Eter merupakan asam lemah, karena adanya pasangan electron bebas pada oksigen yang dapat bereaksi dengan proton dari asam – asam kuat atau basa lewis.
-          Aldehid dan Keton
    Aldehid dan keton adalah senyawa – senyawa yang mengandung salah satu dari gugus penting di dalam kimia organic, yaitu gugus karbonil C=O, semua senyawa yang mengandung gugus fungsi inui disebut senyawa karbonil. Gugus karbonil adalah gugus yang paling menentukan sifat kimia aldehid dan keton.
Asam Basa Organik
            Asam organik yang dimaksud adalah kelompok asam karboksilat dan basa organik adalah kelompok senyawa amina.
-          Basa Amina
    Senyawa amina ditandai dengan gugus fungsi amino (-NH3). Senyawa amina dapat dianggpa sebagai turunan dari ammonia dengan mengganti satu, dua, atau tiga hidrogen dari amonia dengan gugus organik. Berdasarkan gugus karbonya maka amina dibedakan atas amina alifatik jika terikat pada karbon alifatik, contoh CH3-CH2-NH2 (etil amina), dan amina aromatic jika gugus karbonya adalah karbon aromatic.
-          Asam Karboksilat
    Asam karboksilat adalah asam organik yang dicirikan oleh gugus fungsi karboksil yang terbentuk melalui perpaduan antara gugus karbonil dengan gugus hidroksil yang terpaut dalam satu karbon.
Turunan asam karboksilat yaitu ester, anhidrida asam karboksilat, dan amida.
Ekstraksi adalah metode pemisahan yang melibatkan proses pemindahan satu atau lebih senyawa dari satu fasa ke fasa lain dan didasarkan pada prinsip kelarutan, Jika kedua fasa tersebut adalah zat cair yang tidak saling bercampur, disebut ekstraksi cair-cair. Dasar metode ekstraksi cair-cair adalah distribusi senyawa diantara dua fasa cair yang berada dalam keadaan kesetimbangan. Perbandingan konsentrasi di kedua fasa terseut, disebut koefisien distribusi , K , yaitu K = ca/cb. Perpindahan senyawa terlarut dariu satu fasa ke fasa lain akhirnya mencapai keadaan setimbang pada jumlah ekstraksi dilakukan, bukan volume pelarut.
Jenis – jenis Ekstraksi
-           Ekstraksi cair-cair : jika kedua fasa adalah zat cair yang tidak saling bercampur, prinsip yang digunakan adalah prinsip koefisien distribusi
-          Ekstraksi padat-cair : zat yang akan diekstraksi terdapat dalam fasa padat
-          Ekstraksi asam-basa : berdasarkan sifat asam-basa senyawa organic disamping kelarutanya.
Pembuatan Ester Menggunakan Asam Karboksilat
Metode ini bisa digunakan untuk mengubah alkohol menjadi ester, tetapi metode ini tidak berlaku bagi fenol – senyawa dimana gugus -OH terikat langsung pada sebuah cincin benzen.
-          Sifat kimiawi reaksi
Ester dihasilkan apabila asam karboksilat dipanaskan bersama alkohol dengan bantuan katalis asam. Katalis ini biasanya asam sulfat pekat. Gas hidrogen klorida kering terkadang digunakan, tetapi penggunaannya cenderung melibatkan ester-ester aromatik (ester dimana asam karboksilat mengandung sebuah cincin benzen).

Pembuatan Ester Menggunakan Asil Klorida (Klorida Asam)

Metode ini hanya berlaku bagi alkohol dan fenol. Untuk fenol, reaksi terkadang dapat ditingkatkan dengan pertama-tama mengubah fenol menjadi bentuk yang lebih reaktif
-          Reaksi Dasar
Jika kita menambahkan sebuah asil klorida kedalam sebuah alkohol, maka reaksi yang terjadi cukup progresif (bahkan berlangsung hebat) pada suhu kamar menghasilkan sebuah ester dan awan-awan dari asap hidrogen klorida yang asam dan beruap.